Satu Propaganda Lagi dari Amerika

Jika laporan National Intelligence Estimate (NIE) 2005, yang membawahi penilaian 16 lembaga intelijen di Amerika Serikat (AS), salah ketika mengklaim dengan “keyakinan tinggi” bahwa Iran menjalankan suatu program senjata nuklir yang aktif, mengapakah lantas laporan NIE 2007 bisa lebih dapat dipercaya ketika mengklaim Iran mempunyai sebuah program senjata nuklir hingga 2003? Jika Iran benar-benar mempunyai program senjata nuklir hingga 2003 seperti yang diklaim laporan terbaru, lalu mengapakah IAEA tidak menemukan bukti tentangnya? Mengapa kita harus percaya bahwa Iran “PERNAH” mempunyai sebuah program senjata nuklir?

 

Direktur Intelijen Nasional AS dan Dewan Intelijen Nasional merilis laporan National Intelligence Estimate (NIE) tentang program nuklir Iran di bawah judul, Iran: Nuclear Intentions and Capabilities.

Laporan NIE sebelumnya (2005) menyatakan dengan “keyakinan tinggi” bahwa Iran mempunyai sebuah program senjata nuklir yang berkesinambungan dan aktif (on-going and active)—namun tak satu pun bukti nyata pernah dimunculkan. Dan sekarang, laporan NIE 2007 memungkiri klaim itu. Sebagai gantinya, NIE 2007 menyatakan bahwa Iran pernah mempunyai sebuah program senjata nuklir sampai 2003, dan suatu saat bisa memutuskan untuk menjalankannya kembali.

Maka, di sini pertanyaan besarnya yang harus ditujukan kepada komunitas intelijen AS adalah: kapankah kalian berbohong, pada 2005 atau sekarang? Jika kalian salah di dalam laporan 2005, maka mengapa orang harus percaya kepada bahwa laporan kalian yang terakhir?

Pertanyaan ini penting diajukan karena tentu saja kita tidak bisa mengharapkan media-media arus utama untuk bertanya seperti itu.

Seseorang semestinya menanyakan atas dasar apa laporan NIE 2007 menyimpulkan bahwa Iran pernah mengaktifkan sebuah program senjata nuklir hingga 2003, padahal program nuklir Iran pada waktu itu masih dalam tahap konstruksi; padahal IAEA dengan jelas menyatakan bahwa aktivitas-aktivitas masa lalu nuklir Iran tidak mempunyai hubungan dengan program senjata; dan padahal pada kenyataannya semua “isu luar biasa” tentang nuklir Iran telah dipecahkan, sebagaimana dinyatakan dalam laporan IAEA Nopember 2007—dan tetap tidak pernah ada satu bukti kecil pun mengenai program senjata nuklir di Iran, tidak sebelum 2003 dan tidak juga sekarang?

Satu lagi propaganda

Para aktivis anti-Bush kini menggunakan klaim NIE tersebut, yang menyatakan bahwa Iran menghentikan “program senjata nuklir” pada 2003, sebagai bukti melawan Bush. Namun, mengapa Bush yang sama memutuskan untuk merilis laporan NIE tersebut? Pada kenyataannya, laporan itu membuat pemerintah Bush untuk mengabaikan fakta, yang berdasarkan atas kesimpulan terkini IAEA, bahwa tidak ada bukti aktual mengenai program senjata nuklir di Iran. Laporan itu juga menjadikan orang seperti Steven Hadley, penasehat keamanan nasional AS, untuk mengklaim kesuksesan kebijakan Bush terhadap Iran:

“Ia (laporan NIE) menkonfirmasikan bahwa kami (pemerintah Bush) benar untuk khawatir mengenai Iran yang berupaya mengembangkan senjata nuklir,” kata Hadley. “Ia mengatakan kepada kami bahwa kami telah membuat kemajuan dalam memastikan bahwa hal itu tidak terjadi. Dan intelijen mengatakan kepada kami bahwa risiko Iran yang memiliki senjata nuklir tetap merupakan problem yang sangat serius.”

Namun, yang jauh lebih penting, menurut IAEA, adalah tidak ada bukti bahwa Iran “PERNAH” memiliki sebuah program senjata nuklir—tidak sekarang, tidak juga pada 2003. Menurut Financial Times, penilaian NIE, bahwa Iran memiliki program senjata nuklir hingga 2003, didasarkan atas bahan-bahan yang diperoleh dari “cerita laptop ala James Bond”—sebuah laptop yang katanya diselundupkan dari Iran tetapi telah dikonfirmasikan oleh IAEA sebagai “tidak dapat dipercaya”.

Pendek kata, tidak ada alasan untuk menjadikan NIE sebagai acuan. Satu-satunya sumber terpercaya adalah IAEA, bukan komunitas intelijen AS. Dan tujuan dirilisnya laporan itu, setelah belum lama ini laporan IAEA menyatakan aktivitas nuklir Iran sebagai “bersih” dari kemungkinan militerisasi program nuklir, adalah untuk mengalihkan fokus kepada retorika bahwa Iran mempunyai kemungkinan untuk membuat senjata nuklir di masa depan, dan pada gilirannya membuat temuan IAEA tidak relevan sekaligus menjustifikasi sanksi yang lebih keras terhadap Iran.[irm/cs]

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: